Rabu, 12 Januari 2011

(Seputar) Teori Evolusi (Darwin)


(Seputar) Teori Evolusi (Darwin)

Ditulis oleh wahyuancol di/pada Juni13, 2008

Teori Evolusi.
Bagi kalangan terdidik di Indonesia, kata tersebut pasti pernah di dengar, dan hampir pasti selalu diasosiasikan dengan Darwin. Banyak kalangan yang dapat menerima teori tersebut, tetapi banyak pula yang menolaknya. Hal itu tidak saja terjadi di Indonesia, melainkan juga di dunia internasional. Namun demikian, dapat dipastikan bahwa sebagian besar para pendukung atau penolak teori tersebut belum mengetahui apa sebenarnya yang didukung atau ditolak itu.
Buku  “The Origin of  Species” (Darwin,  1859)  adalah buku  yang paling terkenal dan banyak diserang. Tetapi Darwin tidak hanya menulis buku tersebut. Ada empat buah buku lain yang berisikan pikiran Darwin tentang kehidupan di alam ini.  Bagi kita di Indonesia, tentu sangat sulit mendapatkan buku-buku tersebut.  Kalau pun berhasil mendapatkannya, masih diperlukan usaha keras untuk membaca dan memahaminya.  Buku-buku karya Darwin tersebut  telah diterbitkan dalam  bentuk sebuah himpunan yang diberi  judul “The Darwin Compendium”.  Buku tersebut sangat berat dan tebal (1874 halaman), dan ditulis dalam Bahasa Inggris  Victorian Zaman Pertengahan (akhir Abad ke-19).
Meskipun demikian, ada hal yang menggembirakan. Seorang teman yang sangat mencintai Ilmu pengetahuan telah membeli buku tersebut dan membacanya, dan telah pula menuliskan gambaran umum tentang isi buku tersebut.
Selanjutnya, apa yang saya sampaikan di bawah ini adalah apa yang tulis oleh teman saya itu dan telah disebarkan via iagi-net. Dengan izin tertulis darinya, saya memuat tulisan itu di dalam blog ini. Harapannya adalah semoga bermanfaat untuk memperluas wawasan kita.
Judul aslinya adalah “The Darwin Compendium”. Saya kutip dengan sedikit editing teks untuk mempermudah pembacaan dan tidak merubah tulisan aslinya.
Terima kasih untuk Awang Harun Satyana yang telah memberikan izin bagi saya untuk mempublikasi ulang tulisan ini.
Charles Darwin (1809-1882) tak hanya menulis “The Origin of Species” (1859). Ada empat buku lainnya yang berhubungan yang tak terlalu banyak dibicarakan orang tetapi sangat penting kalau mau mempelajari teori evolusi Darwin secara utuh. Untuk menemukan kelima buku Darwin itu tidak mudah, tetapi penerbit Amerika Barnes and Noble mengumpulkannya ke dalam satu buku yang diberi judul “The Darwin Compendium”. Setiap orang yang mau mendebat teori evolusi atau mendukungnya, sebaiknya membaca dulu buku ini agar debat atau dukungannya punya dasar, tidak hanya ikut-ikutan.
“The Darwin Compendium” adalah buku yang berat dan tebal (1874 halaman) terbitan tahun 2005. Buku ini saya beli pada Desember 2005 saat sedang mengunjungi Unocal di Sugarland, Texas. Perlu waktu lama membaca buku ini, selain butuh konsistensi, butuh spirit untuk melawan kejenuhan dan menyerah, tak mudah pula memahami bahasa Inggris Victorian zaman pertengahan- akhir abad ke-19 yang menjadi bahasa buku ini.
Buku ini membantu memahami apa yang sesungguhnya Darwin pikirkan dan pertahankan tentang evolusi. Perasaan Darwin pun bisa kita baca di salah satu karyanya yaitu otobiografinya. Semua penganut dan pengritik teori evolusi yang dikembangkan Darwin sebaiknya membaca buku ini sebelum mempercayai atau menolak teori evolusi. Karena the Darwin Compendium mengumpulkan lima karya utama Darwin sejak sebelum ia mengumumkan teori evolusi, mempertahankannya, dan menceritakan apa yang ia rasakan berhubungan dengan teorinya yang kontroversial pada zamannya itu; maka kita akan mendapatkan gambaran yang utuh tentang Charles Darwin dan teori evolusi.
Kelima buku utama Darwin yang dikumpulkan dalam The Darwin Compendium adalah seperti berikut.
1. ”Voyage of the Beagle” (Darwin, 1839) berisi catatan Darwin sebagai naturalis dalam kapal Beagle yang berlayar ke pulau-pulau selatan termasuk Kepulauan Galapagos di lepas pantai sebelah barat Amerika Selatan. Di kepulauan ini Darwin mengamati keberagaman burung finch (sejenis kutilang) dan iguana yang menjadi salah satu dasar hipotesisnya bahwa makhluk hidup berubah dengan berjalannya waktu.
2. ”The Origin of Species” (Darwin, 1859), buku Darwin paling terkenal dan yang paling banyak diserang, mengatakan bahwa seleksi alam – teori survival of the fittest (yang paling cocok dengan alam yang akan terus hidup) – menghasilkan begitu banyak varietas kehidupan di Bumi.
3. ”The Descent of Man” (Darwin, 1871), berargumentasi bahwa begitu banyak bukti yang menunjukkan bahwa manusia adalah bagian kerajaan hewan dan telah dibentuk mengikuti hukum alam yang sama yang menghasilkan semua kehidupan lain di Bumi.
4. ”The Expression of Emotions in Man and Animals” (Darwin, 1872), buku ini meneliti lebih lanjut tesis bahwa manusia adalah bagian dunia alam. Di dalam buku ini Darwin berargumentasi bahwa ekspresi wajah pada manusia merupakan bentuk kompleks komunikasi yang dilakukan oleh sistem perototan yang begitu rumit yang merupakan hasil proses evolusi.
5. Setelah bertahun-tahun mengalami masa-masa penghinaan, penyerangan, maupun penghargaan karena teori-teorinya, Charles Darwin menceritakan perasaan dan hidupnya dalam sebuah otobiografi berjudul, ”Autobiography of Charles Darwin” (Darwin, 1876).
—————
Kontroversi di seputar Darwin
Ada banyak kontroversi seputar Darwin, kadang-kadang disebut idea-ideanya berbahaya. Ketika mengingat Darwin orang mengingat gambar monyet yang berubah menjadi manusia, alam semesta yang tak memerlukan tangan Mahakuasa, dan pandangan kehidupan yang selalu berubah. Ada juga mitos-mitos yang ditujukan kepada Darwin : bahwa dia menemukan evolusi, dia membenci Tuhan, dia meninggalkan Kekristenan, dia mengatakan bahwa manusia keturunan monyet, dan saat-saat menjelang ajal dia katanya meninggalkan kepercayaannya akan evolusi. Darwin disalahkan untuk sesuatu yang disebut social Darwinism – idea bahwa yang kuat harus mengungguli yang lemah. Dengan membaca kelima karya utama Darwin yang dikumpulkan dalam The Darwin Compendium barangkali kita akan berpendapat bahwa semua kontroversi dan mitos itu adalah salah.
Kehidupan itu telah tua dan berubah secara perlahan, dan makhluk hidup perubah seiring waktu
Buku ”Voyage of the Beagle” (Darwin, 1839) mengabadikan apa yang dilihat, dialami dan dipikirkan Darwin saat dia bekerja sebagai naturalis di kapal Beagle dalam pelayaran selama lima tahun (1831-1836). Dalam perjalanan ini Darwin mengumpulkan banyak spesimen tumbuhan, hewan, juga fosil. Darwin juga dalam perjalanan ini melihat sisi buruk kekerasan manusia berupa perbudakan dan kekerasan dalam nama agama. Semua penglihatan ini baik alam maupun sosial mempengaruhi Darwin bagaimana memandang dunia. Kepulauan Galapagos punya arti khusus buat Darwin dalam perjalanan ini. Di kepulauan ini, setiap pulau punya jenis burung finch yang berbeda tetapi saling berkerabat. Di sini juga ada kura-kura dan iguana yang sedikit berbeda di setiap pulau. Darwin bertanya mengapa begitu banyak varietas yang berbeda untuk burung-burung dan iguana yang sama, apa maksud keanekaragaman ini ? Kondisi di Galapagos bersama data lainnya mulai membentuk idea sekaligus membentuk keraguan dalam diri Darwin akan penjelasan teologis zaman itu tentang asal dan keberagaman kehidupan. Buku geologi tulisan Charles Lyell (1797-1875) ”The Principles of Geology” (1830) yang dibawa Darwin ke mana-mana sangat besar pengaruhnya membentuk idea Darwin bahwa kehidupan itu telah tua dan berubah secara perlahan, seperti halnya Bumi yang diajarkan Lyell bahwa Bumi berubah perlahan, secara seragam sepanjang waktu yang lama. Di bukunya Lyell mengajarkan bahwa umur Bumi jauh lebih tua daripada 6000-10.000 tahun seperti yang dipercayai saat itu. Lyell mengajarkan juga bahwa Bumi berubah secara gradual, bukan mendadak atau melalui katastrofisme. Pulang dari perjalanannya itu, Darwin segera membukukan catatan-catatan pengamatannya dan bukunya ini mendapatkan sambutan luas. Setelah itu Darwin mempelajari dengan hati-hati semua spesimennya dan ia makin yakin dengan yang ia percayai: makhluk hidup berubah seiring waktu.
Thomas Huxley: “Anatomi primata dan manusia sangat mirip dan itu merupakan bukti bahwa mereka berhubungan.
Di samping buku geologi Lyell, Charles Darwin juga membaca buku Thomas Malthus (1766-1834) berjudul ”Essays on the Principle of Population” (1798). Malthus berargumen bahwa jumlah populasi selalu lebih besar daripada jumlah makanan yang tersedia. Maka, terjadilah perjuangan untuk tetap hidup (struggle for survival). Idea gradualisme Lyell, idea struggle for survival Malthus, dan penelitian Darwin selama pelayarannya dengan Beagle, telah membentuk konsep seleksi alam yang dikembangkan Darwin. Ia berpendapat bahwa setiap generasi menghasilkan keturunan yang agak berbeda daripada orang tuanya. Perbedaan ini kadang-kadang menjadi penting untuk supaya dapat lestari dan berkembang lagi. Kelompok organisme yang dapat beradaptasi terhadap lingkungan meningkatkan peluangnya untuk menghasilkan generasi berikutnya. Perbedaan genetik dikombinasi dengan perubahan lingkungan dalam waktu yang lama akan mengakibatkan spesiasi. Spesiasi-spesiasi ini telah menyebabkan keanekaragaman makhluk hidup di Bumi. Idea ini dijelaskan Darwin dalam bukunya yang paling terkenal ”The Origin of Species” (1859). Sejak buku ini, orang mengenal Darwin dengan adagium ”manusia berasal dari monyet” Padahal, di bukunya itu Darwin tak pernah mengatakan hal tersebut. Hubungan monyet dengan manusia muncul di buku Thomas Huxley, seorang pembela garis keras Darwin, yang menulis buku ”Evidence for Man’s Place in Nature” (1863). Huxley di bukunya itu menyatakan bahwa anatomi primata dan manusia sangat mirip dan itu merupakan bukti bahwa mereka berhubungan. Manusia adalah bagian dari dunia binatang, tidak terpisah daripadanya. Manusia adalah hasil seleksi alam dan evolusi. Manusia dan primata punya nenek moyang yang sama. Maka, kiranya yang kita kenal dengan keberatan terhadap evolusi pada saat ini sebenarnya berasal dari idea Huxley bukan Darwin.
Darwin: “manusia adalah bagian dari dunia binatang dan diciptakan menurut hukum-hukum alam yang sama yang mengatur makhluk hidup lainnya.”
Terinspirasi oleh Huxley, Darwin kemudian menulis buku yang khusus membahas evolusi manusia; ”The Descent of Man” (1871). Di buku ini Darwin berargumen bahwa banyak bukti yang menunjukkan bahwa manusia adalah bagian dari dunia binatang dan diciptakan menurut hukum-hukum alam yang sama yang mengatur makhluk hidup lainnya. Kalau Huxley mencari bukti kesamaan anatomi, Darwin mencari bukti kesamaan tingkah laku antara binatang dan manusia. Menurut Darwin, tingkah laku adalah hasil seleksi alam. Moralitas pun adalah produk evolusi. Kepercayaan kepada Tuhan pun adalah hasil perkembangan intelektual dan nalar. Begitu menurut Darwin.
Darwin: “Ekspresi wajah binatang dan manusia menunjukkan banyak kesamaan.”
Untuk lebih menguatkan tesisnya bahwa manusia adalah bagian alam, Darwin menulis buku yang lain, “The Expresion of Emotions in Man and Animals” (1872). Di bukunya ini Darwin mengemukakan bahwa ekspresi wajah adalah bentuk kompleks komunikasi oleh sistem perototan yang rumit yang merupakan hasil proses evolusi. Emosi yang ditunjukkan oleh ekspresi wajah juga merupakan akibat seleksi alam. Darwin menganalisis bahwa semua emosi dan ekspresi wajah sama saja untuk segala bangsa, bagaimana kalau mereka senang,marah, ketakutan, dan lain-lain. Menurut Darwin, ekspresi wajah binatang dan manusia menunjukkan banyak kesamaan.
Terakhir, Darwin menulis “Autobiography of Charles Darwin” (1876) yang sebenarnya bukan ditulis untuk umum, tetapi untuk keluarganya agar anak-anaknya bisa memahami apa yang menjadi kepercayaan bapaknya (evolusi). Tetapi kemudian Francis Darwin, salah seorang anaknya, menerbitkannya pada tahun 1887 dengan menghilangkan sebagian manuskrip yang dirasakan akan kontroversial. Tahun 1958, cucu Charles Darwin, Nora Barlow menerbitkannya lagi secara utuh berjudul Autobiography of Charles Darwin.
Evolusi atau Kreasionisme
Karya-karya Darwin selalu kontroversial sejak diterbitkan untuk pertama kalinya sampai sekarang sebab Darwin menyentuh langsung hal-hal yang sangat mendasar (falsafi) tentang kehidupan. Karya2-nya mengeksplorasi hal2 ini: dari mana kehidupan berasal, bagaimana ia bisa sampai ke sini, realitas Yang Mahakuasa. Pemikiran-pemikiran yang dicetuskannya pun mengalami evolusi. Menjelang abad kedua puluh, kemajuan-kemajuan dalam genetika, biologi molekuler, dan biokimia telah memberikan kita pandangan-pandangan yang lebih mendalam dibandingkan pada masa Darwin. Síntesis antara seleksi alam klasik dan ilmu-ilmu moderen in telah melahirkan neo-Darwinisme. Walaupun ilmu-ilmu baru ini banyak memberikan dukungan untuk teori evolusi Darwin, kontroversi terus saja berlangsung. Selama akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 ini kita melihat orang-orang berdebat soal evolusi, termasuk sampai ke pengadilan, seperti di beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Kansas khususnya) dan Australia. Perdebatan ini adalah di sekitar pertanyaan mana yang harus diajarkan di sekolah-sekolah umum, apakah evolusi atau lawannya (kreasionisme). Orang-orang fundamental menganggap Darwin sebagai terkutuk dan teori evolusinya tak punya bukti apa pun. Sebaliknya, para ilmuwan fundamental beranggapan bahwa bila ingin memahami alam yang tanpa campur tangan adikodrati, maka orang harus menerima Darwin dan teorinya.
Pahami dahulu, baru bicara
Sebenarnya perdebatan tentang evolusi banyak berasal dari kesalahpahaman tentang teori evolusi itu sendiri. Tidak banyak para pendebat evolusi yang membaca karya-karya asli Darwin. Mereka umumnya membaca literatur-literatur yang ditulis oleh para penyerang Darwin. Ini berakibat bahwa pemahaman mereka tentang evolusi Darwin akan semakin jauh dari yang sebenarnya.
Setiap orang yang mau mendebat sebuah teori harusnya dalam posisi “well informed” dengan teori aslinya agar yang didebatnya tepat sasaran dan substantial. Dalam hal teori evolusi yang dikembangkan dan dipublikasikan Darwin, buku “The Darwin Compendium” ini merupakan buku yang baik untuk memulai. Lima karya asli Darwin ada di situ.
Kutipan paragraf terakhir di buku paling terkenal Darwin:
“There is grandeur in this view of life, with its several powers, having been originally breathed into a few forms or into one; and that, whilst this planet has gone cycling on according to the fixed law of gravity, from so simple a beginning endless forms most beautiful and most wonderful have been, and are being, evolved.” (Charles Robert Darwin, “The Origin of Species” – 1859)
Penutup
Tak ada yang sempurna. Teori evolusi juga ada kesalahan dan kesulitannya sendiri, Darwin juga menyadari hal itu dan menuliskan bab khusus tentang hal tersebut di dalam bukunya tahun 1859 itu. Darwin tak semuanya benar, tetapi juga tak semuanya salah. Semua berubah, ilmu pengetahuan pun berubah atau lebih tepat berkembang, yang tetap hanya perubahan itu sendiri.

Sabtu, 08 Januari 2011

Atasi Rasa Takut Menghadapi Kegagalan

Atasi Rasa Takut Menghadapi Kegagalan

KEGAGALAN adalah keping yang lain dari kesuksesan. Tapi, tidak mudah untuk berhadapan dengan kegagalan. Sebenarnya, kegagalan merupakan hal yang manusiawi. Tidak semua manusia bisa mencapai keberhasilan.

Meski manusiawi, lebih mudah mengatakan daripada mengalami sendiri sebuah kegagalan. Banyak orang yang mengalami depresi, stres, bahkan trauma menemui kenyataan bahwa dirinya gagal. Cerita-cerita akan susahnya menghadapi kegagalan, terang Anton Belderrama, ahli perkembangan karier dari Amerika Serikat (AS), membuat orang takut gagal bahkan sebelum bertindak. Ini tentu ketidakdewasaan seseorang.

"Lebih tragis lagi, banyak orang pintar yang mengalami kegagalan hanya karena selalu dibayangi rasa takut gagal. Tidak jarang orang yang tidak terlalu pintar malah bisa meraih kesuksesan karena keyakinan dan rasa percaya diri yang cukup tinggi," kata Anton.

Dia mengatakan, dalam upaya meningkatkan karier, seseorang harus berani mengambil risiko. Seperti melakukan hal-hal baru yang belum pernah dicoba sebelumnya. Seperti yang hendak dicapai, atau hal-hal lainnya. "Cukup sering, risiko yang tinggi antara kegagalan dan kesuksesan, jadi titik kritis dalam perjalanan karier seseorang," terangnya.

Anton menambahkan, orang-orang yang mampu berusaha dan mengambil risiko akan kegagalan adalah orang-orang yang percaya diri, agresif, sedikit nekad, pandai bicara yang dipadu dengan pengetahuan yang memadai dan memiliki performance yang bagus. Sedangkan orang yang pintar, tetapi tidak pandai mempresentasikan kepandaiannya, sulit sekali menggapai sukses. Jika Anda termasuk orang yang takut gagal dan sulit merefleksikan kepandaian Anda, maka kini saatnya mengubah hal tersebut.

Janganlah Anda sia-siakan waktu yang berharga dengan berbagai macam ketakutan. Yang pertama, tukas Anton, adalah jangan pernah takut gagal. Sikap itu menunjukkan Anda punya percaya diri yang sehat. Sikap ini merupakan modal dasar seseorang untuk menggapai sukses. Karena orang yang percaya diri dan tidak takut gagal adalah orang-orang yang menghargai kemampuannya. Sedangkan orang yang takut gagal adalah orang sering meragukan kemampuan dirinya. Jika Anda percaya diri, orang akan tertarik untuk memperhatikan dan Anda punya kesempatan unjuk kemampuan.

Paculah semangat Anda dengan mengisi hari-hari Anda pada kegiatan yang berkualitas. Anda tidak akan menghasilkan apa-apa dengan hanya termenung diri. Jangan lupa, untuk mengembangkan pergaulan seluas-luasnya. Jika hanya mengurung diri saja, orang tidak akan pernah tahu bahwa Anda juga memiliki kepandaian.

Jangan terlalu birokratif. Sikap ini hanya akan membuat Anda selalu merasa ragu dan terpatok pada berbagai macam peraturan. Jadi cobalah bersikap lebih berani dan sedikit nekat. Sedikit melewati batasan atau kenormalan, tidak ada salahnya untuk dicoba. Ketika melakukan sesuatu, jangan mengandalkan kekuatan itu bisa dipadukan dengan inovasi dan kreativitas. Jangan menutup diri dari dikritik. Mendengar dan menerima kritik merupakan salah satu cara untuk mengoreksi kekurangan diri.

Satu yang jangan dilupakan adalah jangan dilupakan adalah jangan meratapi dan menangisi kegagalan. Anda suka tidak suka, mau tidak mau, harus menghadapinya. Tidak itu saja, Anda harus bisa menjadikan kegagalan itu sebagai pengalaman berharga. Kegagalan tidak berarti apapun bagi hidup dan karier Anda jika tidak direfleksikannya. Lalu Anda harus bangkit untuk menata hari esok. Kesempatan selalu ada selama matahari masih terbit.

Plastik

Plastik

Istilah plastik merangkumi produk polimer sintetik atau semi-sintetik. Ia terbentuk daripada kondensasi organik atau penambahan polimer dan boleh juga terdiri daripada bahan lain untuk meningkatkan ketahanan atau ekonomi. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi filem atau gentian sintetik. Nama ini berasal daripada fakta bahawa banyak daripada mereka dapat dilentur, memiliki sifat keplastikan. Plastik direka dengan kepelbagaian yang sangat banyak dalam ciri-ciri yang dapat menahan panas, keras, kebergantungan dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri.
Plastik dapat juga menuju ke setiap barang yang memiliki ciri-ciri yang deformasi atau gagal kerana ketegangan(lihat keplastikan (fizik) dan mulur).
Plastik dapat dikategorikan dengan banyak cara tapi paling umum dengan melihat tulang-belakang polimernya (vinilklorida}, polietilena, akrilik, silikon, uretana, dll.). Pengkelasan lainnya juga umum.
Plastik adalah polimer; rantai-panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer". Plastik yang umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen, klorin atau belerang di tulang belakang. (beberapa minat komersial juga berdasar silikon). Tulang-belakang adalah bahagian daripada rantai di jalur utama yang menghubungkan unit monomer menjadi satu. Untuk mengetahui ciri-ciri plastik kumpulan molekul berlainan bergantung daripada tulang belakang (biasanya "digantung" sebagai baghaian dari monomer sebelum menyambungkan monomer bersama untuk membentuk rantai polimer). Penghasilan oleh kumpulan rantaian ini telah membuat plastik menjadi bahagian tak dapat dipisahkan dalam kehidupan abad ke-21 dengan memperbaiki ciri daripada polimer tersebut.
Pengembangan plastik berasal daripada penggunaan bahan semula jadi (seperti: karat, "shellac") hingga ke bahan yang diubahsuai secara kimia (seperti: karat semula jadi, "nitrocellulose") dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti: epoksi, polivinil klorida - PVC, polietilena).

Kamis, 06 Januari 2011

Dewa dan Dewi Yunani


Dewa-Dewi inilah yang mempengaruhi kehidupan manusia. Di masa sekarang pun mitos ini masih dianggap sebagai sejarah masa lampau.

1. Dewa Ares
Dengan nafsu untuk menghancurkan secara bengis dan kejam pada legendanya, merupakan cerminan sifat manusia yang paling buruk. Ia menjelajahi bumi menebar kehancuran dan kekejaman hingga nyanyian ratapan korbannya membahana di langit. Dalam perang Troya, dengan kekuatannya ia membantu prajurit Troya, Hector. Tapi Ares bukanlah pahlawan, ia tidak lebih merupakan pengecut yang lari dari medan laga saat terluka. Bahkan tangisnya terdengar di Gunung Olympia.
Kini, berabad-abad setelah kejatuhan Troya, Ares masih menebarkan bayang-bayangnya diseluruh dunia. Nafsunya akan kehancuran dan kepedihan bergema di sepanjang zaman.

2. Dewa Hephaestus
Di atas gunung Olympia, semua dewa lain berparas tampan. Kecuali Hephaestus yang digambarkan buruk rupa. Menurut legenda, karena ada perselisihan, Zeus melemparkan Hephaestus ke bumi dan membuat kakinya menjadi pincang selamanya. Apapun kekurangan yang ada dalam dirinya, ditutupi Hephaestus dengan kekuatan yang luar biasa. Dan meski ia cacat, atau mungkin justru karena itu ia ahli menciptakan objek-objek yang sangat indah. Dari bengkel kerjanya jauh di dalam bumi, penguasa api dan tempaan ini menciptakan istana, makam dan baju dewa-dewi, seperti: halilintar Zeus dan baju baja Athena.
Dalam perang Troya, ia juga menciptakan baju baja baru bagi Achilles. Tapi pengabdian sebenarnya tidak terwujud dalam perang tapi perdamaian, sebab ia juga dewa pelindung bagi seniman dan pengrajin. Hephaetus yang baik hati telah melimpahkan keindahan dan keahliannya pada umat manusia. Watak lemah lembutnya nampak dalam detil desain artistik dan pertasi manusia yang besar terhadap seni.

3. Dewa Dionysus
satu-satunya dewa yang memiliki orang tua manusia adalah Dionysus. Anugerah ajaibnya, air suling buah anggur adalah pembawa kegembiraan maupun penyebab kegilaan. Ciptaannya yang memabukkan itu bisa membuat heboh peminumnya dan juga menyulut kekacauan akibat mabuk.
Pada masa kuno, pemujanya berkumpul di hutan dan menari untuk menghormatinya dan minum hingga mabuk. Prajurit Troya ingin terbebas dari kegelisahan dengan ramuan mujarabnya. Sungguh, itulah kenyataannya sepanjang zaman sampai saat ini.
Tapi Dionysus juga dikenal sebagai dewa teater dan beberapa puisi kuno terbesar dipersembahkan baginya. Dan semua yang terlibat, mulai dari penulis, aktor dan penyanyi, dianggap sebagai pelanyannya.
Jadi lain kali kalau anda minum anggur, bersulanglah untuk Dionysus. Tapi ingatlah garis tipis antara BERKAT dan KEHANCURAN yang terdapat dalam kenikmatan anggur tersebut.

4. Dewi Demeter
Demeter, Dewi Pertanian dan Kesuburan dianggap yang pertama mengajar manusia menggarap tanah dan memanen. Diberkahi kuasa mendatangkan kemakmuran dan kelaparan bagi manusia. Dikisahkan ia mempunyai kemampuan mengontrol musim dan merubah permukaan alam. Kini, lahan pertanian tumbuh subur di atas tanah dimana dipercaya perang Troya terjadi. Mungkin bukti kekuasaan Demeter untuk melahirkan kehidupan baru bahkan dibekas daerah perang legendaris dimana terjadinya pertempuran yang gagah berani.

5. Dewa Poseidon
Dengan air lebih dari 70 persen menutupi permukaan bumi adalah wajar apabila ditunjuk seorang dewa yang bertugas mengatur laut dan semua keajaibannya. Poseidon-lah yang bertugas untuk itu. Seperti laut yang temperamental, ia mengatur daerah kekuasaannya jauh dibawah permukaannya. Selama perang, Poseidon memihak Yunani, kaum pelaut. Tapi saat berlayar pulang, karena sombong atas kemenangan mereka, Poseidon menurunkan badai dan memporak-porandakan armada mereka.
Apakah melalui hembusan angin lembut maupun ombak ganas, Poseidon dengan trisula ditangan masih berbicara pada kita saat ini, sebuah kekuatan yang sama abadinya dengan gelombang pasang.

6. Dewa Zeus
Dari tahtanya di Gunung Olympia, Zeus mengatur dewa dan manusia dan menjaga alam semesta agar tetap tertib dan adil. Dengan senjata petir ditangannya, senjata yang paling ditakuti dibumi dan dikahyangan. Saat Troya genting, dewa-dewa lain memilih pahlawannya diantara prajurit tapi Zeus menolah berpihak. Ia menggunakan timbangan emasnya untuk menyeimbangkan takdir pahlawan-pahlawan Troya.
Dewa segala dewa ini sama sekali bukan teladan kebajikan. Suami yang paling tidak setia, mengejar dewi-dewi, meninggalkan jejak kecurangan, kesedihan dan kekerasan di masa lampau.
Dari perayaan internasional Olimpiade, kuil yang menakjubkan dan monumen untuk menghormatinya, legenda Zeus tetap kuat sebagaimana dewa itu sendiri.

7. Dewi Hera
Sebagai saudari sekaligus istri Zeus, Hera adalah ratu dikahyangan dan menjadi sumber keirian dan kecemburuan bagi dewi lain di Gunung Olympia. Dia cantik dan juga licik. Hera adalah pelindung yang waspada bagi wanita yang sudah menikah karena ia sangat mengerti kepedihan pahit akibat ketidaksetiaan. Dan meskipun ia sangat sopan, ia sering mendendam pada mereka yang menghalangi niatnya. Karena Paris memutuskan dewi Aphrodite lebih cantik darinya, ia menjadi musuh besar bagi Troya yang tanpa ampun menggunakan kekuatannya bagi prajurit Yunani hingga Troya luluh lantak.
Legenda Hera mengungkapkan arti pepatah: "Amarah neraka tak seberapa panas dibandingkan amarah wanita yang terhina".

8. Dewa Hermes
Hermes adalah dewa yang selalu bergerak. Terompah bersayap dengan tongkat perlindungan ditangannya, ia paling dikenal sebagai utusan Zeus dan pelindung para pengelana. Sesuai dengan itu, ia juga dewa pencuri dan perniagaan. Dikisahkan pada masa kecilnya ia mencuri kawanan ternak Apollo kemudian membuat harpa dari rumah kura-kura sebagai permohonan maafnya. Dikisahkan ia menolong Odysseus saat pulang dari Troya, dan sejak itu ia dihargai sebagai penolong para pengelana. Terkenal karena kekuatan fisiknya, ia juga dikenal sebagai pencipta olahraga balap lari karena ia selalu berlari cepat untuk menyampaikan pesan para dewa.
Sebagai pembawa keberuntungan dan kemakmuran, Hermes lebih sering muncul dalam mitos dibandingkan dewa-dewa lain sehingga membuatnya paling disukai selain dewa lain di Gunung Olympia.

9. Dewi Athena

Athena, dewi kerajinan tangan, keterampilan rumah tangga dan perang. Sebagai dewi perang ia membanggakan kepandaian dewatanya dan kekuatannya yang luar biasa. Menurut legenda, ia muncul dalam keadaan dewasa lengkap dengan baju baja, sebagai anak Zeus. Dari semua anaknya, Zeus memilih Athena sebagai pembawa tameng dan halilintar. Musuh yang dhsyat bagi Troya, ia berperang di pihak prajurit Yunani dan dikisahkan ia berduka atas kematian Achilles. Tapi saat Troya jatuh dan Yunani mencemari kuilnya, ia menuntut balas. Dia meminta Poseidon menurunkan badai yang mengacaukan pulangnya kapal-kapal Yunani.
Penuh keberanian di medan perang, ia juga paham nilai utama perdamaian dan dikenal sebagai pelindung dan keterampilan dalam rumah tangga. Tak seperti lainnya yang lebih suka menyebut alam sebagai rumahnya, Athena sangat menyukai kota. Kota favoritnya adalah Athena, seperti namanya, dan dimana kuilnya, Parthenon, masih berdiri sebagai salah satu keajaiban dunia.

10. Dewi Artemis
Artemis, Dewi berburu. Sama liarnya dengan alam itu sendiri. Merupakan dewi suci bagi pemburu dan pelindung kaum muda yang dengan tenang mengatur tempat-tempat bumi yang liar. Saudari kembar Apollo ini terampil dalam memanah melebihi semua dewa di Gunung Olympia. Ia selalu membawa busur perak dan anak panahnya. Ia memihak Troya saat perang berlangsung. Ia turunkan angin utara yang dahsyat yang menghambat mereka untuk berlayar ke Troya. Baru setelah Yunani mengorbankan putri sulung Agamemnon bagi Artemis angin tersebut mereda.
Kini peninggalan Artemis terlihat pada wanita yang menentang tradisi dan menjalani hidup yang lebih individual dan bebas. Secara samar diceritakan, bahwa ia masih berdiam di hutan.

11. Dewa Apollo
Apollo, Dewa nubuatan, musik dan penyembuhan, memberikan kebijaksanaan sebagai perantara antara dewa dan manusia. Dengan kepandaian yang tinggi, bagai anak panah yang lepas dari busurnya, dikisahkan dia adaalah dewa pertama yang mengajar manusia seni pengobatan dan penyembuhan termasuk lewat musik. Ia dianggap membantu manusia mencapai potensi sepenuhnya dengan anugerah pencerahannya. Selama perang Troya, dipercaya bahwa Apollo berpihak dan menolong prajurit Hector di medan laga. Saat genting, ia lepaskan anak panah berapi ke orang-orang Yunani dari kereta perangnya di langit.
Berabad-abad kemudian, ketika manusia menjelajahi angkasa dengan tepat mereka menamakan misi ke bulan: Apollo, nama dewa yang mengilhami manusia untuk mencapai angkasa.

12. Dewi Aphrodite
Aphrodite, dewi asmara dan kecantikan. Aphrodite yang sangat menarik, menggoda dewa dan manusia dengan kecantikannya yang menghipnotis. Ada yang mengatakan ia anak Zeus. Kisah lain, ia bangkit dari gelombang samudera terbentuk secara sempurna dan luar biasa menarik. Kecantikannya begitu mendebarkan dan membuat iri semua dewi lain di Gunung olympia. Dikisah Paris menentukan ia sebagai yang tercantik diantara semua dewi dan menghadiahkan padanya apel emas. Sebagai balasannya, Aphrodite memberikan Helen, wanita tercantik dibumi. Tapi tindakannya membangkitkan amarah Menelaus, Raja Sparta. Itulah penyebab terjadinya Perang Troya.
Aphrodite berpihak pada Troya dan setelah kekalahan mereka, dengan kekuatannya ia melindungi Aeneas, parajurit Troya. Dengan tawanya yang memikat dan kecantikan yang tak tertandingi ia bisa merayu dewa atau manusia manapun yang begitu ia dambakan. Dan dalam cinta segitiga, ia nikahi Hephaestus, dewa Gunung Olympia yang paling bersahaja. Sementara ia terus berselingkuh dengan Ares, dewa yang paling brutal.
Aphrodite: sensual, misterius, perayu yang berbahaya ini telah salah satu sifat mendasar dari wanita sepanjang zaman.